Semarang –rakyat24. com. Wisma Perdamaian Kota Semarang jadi saksi lahirnya wadah pemersatu baru, Forum Silaturahmi Ormas Semarang (FORSOS) resmi dideklarasikan, dihadiri unsur Forkompimda Kota Semarang serta puluhan ketua LSM dan ormas se-Kota Semarang.
Acara berlangsung khidmat sekaligus hangat.
Usai pembacaan ikrar deklarasi, kegiatan dilanjutkan dengan Halal Bilhalal yang diisi tausiyah oleh KH Drs Ulinuha Suasana penuh keakraban: pelukan, salaman, dan tawa lepas mewarnai silaturahmi lintas ormas itu.
Ketua FORSOS Semarang, Budi Priyono dalam sambutannya menegaskan FORSOS bukan forum elitis, tapi rumah bersama semua elemen masyarakat.
“Forsos ini dibentuk hasil inisiatif beberapa lembaga yang menginginkan forum yang berbeda dengan organisasi lainnya. Saya dipilih teman-teman untuk memimpin organisasi ini, padahal masih banyak para senior yang pantas untuk memimpinnya, ” ujar Budi dalam sambutannya (Rabu, 22/4- 2026l
Dipilihnya lokasi Deklarasi di Wisma Perdamaian, sengaja karena nilai sejarahnya sebagai simbol toleransi. “Dari dulu tempat ini jadi titik temu tokoh lintas iman. Sekarang giliran ormas-ormas yang jaga warisan itu,” ungkap seorang teman.
Dalam naskah Deklarasi FORSOS yang dibacakan bersama-sama, FORSOS mengikrarkan diantaranya ada 5 komitmen yaitu:
1. Menjaga Semarang sebagai kota yang aman, damai, dan toleran* bagi semua golongan.
2. Menolak intoleransi, radikalisme, dan politik identitas yang memecah belah warga.
3. Menjadi mitra kritis-konstruktif Pemerintah Kota dalam pembangunan yang berkeadilan.
4. Menguatkan ekonomi umat lewat kolaborasi program antar ormas dan UMKM.
5. Menjadikan Wisma Perdamaian sebagai sekretariat bersama untuk dialog rutin.
Usai deklarasi, acara dilanjut halal bihalal. KH Drs Ulinuha dalam tausiyahnya mengingatkan pentingnya silaturahmi antar ormas.
“Beda ormas itu sunatullah. Yang tidak boleh itu kalau beda jadi sebab bermusuhan. FORSOS ini contoh baik. Kumpul, halal bihalal, saling memaafkan. Ini ajaran Kanjeng Nabi. Orang Semarang harus guyub, rukun, kaya sapu lidi. Sendiri-sendiri mudah patah, kalau diikat jadi kuat,” pesan KH Drs Ulinuha yang disambut anggukan jamaah.
Gaya ceramah beliau yang santai tapi mengena membuat suasana makin cair. Para Ketua Ormas, LSM dan semua tamu undangan yang hadir bersalaman saling bermaafan dengan diiringi musik religi sebagai pamungkas acara menunjukkan bahwa kehadiran Forsos telah menjadi perekat sosial antar inter Ormas dan LSM se Kota Semarang, ” Semoga ini terus berjalan sesuai arah yang akan dituju untuk menjalin keharmonisan bagi semua di Kota Semarang, ibarat ikatan sapu lidi yang Bersatu dan menyatukan untuk Semarang lebih Hebat,” pungkas Kyai Ulinuha.
Sedangkan Perwakilan Forkompimda Kota Semarang yang hadir mengapresiasi lahirnya FORSOS.(*)






