SEMARANG –rakyat24. Com. Kabar duka datang begitu tiba-tiba. Dunia jurnalistik Jawa Tengah berduka atas berpulangnya Cak Wid, wartawan senior yang dikenal sebagai sosok loyalis organisasi dan karateka tangguh. Kabar kepergiannya pertama kali menyebar melalui pesan singkat WhatsApp dari rekan sejawat, Nasir Umar, dan langsung membuat banyak pihak terkejut.
Cak Wid menghembuskan napas terakhir pada Senin, 18 Mei 2026 pukul 13.30 WIB di RS Fatmawati, Jakarta. meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar pers dan organisasi tempat ia mengabdi.
“Selamat Jalan Kawan”
DPW Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia [IPJI] Jawa Tengah menjadi salah satu organisasi yang terkejut mendengar kabar duka ini dan menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya.
Dalam pernyataan resminya, segenap pengurus DPW IPJI Jateng menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam.
“Kami turut berduka cita atas meninggalnya Cak Wid. Kami merasa kehilangan sosok wartawan senior yang multi talenta. Semoga beliau ditempatkan di sisi-Nya, di tempat terbaik di sisi Allah SWT. Selamat jalan kawan,” demikian bunyi pernyataan duka mendalam.
Bagi rekan-rekan di IPJI Jateng, Cak Wid bukan sekadar anggota. Ia adalah sosok yang selalu hadir, aktif, dan setia mengawal dinamika organisasi dengan semangat tanpa pamrih.
Wartawan, Aktivis, dan Karateka
Di mata kolega, Cak Wid adalah tipikal wartawan lapangan sejati. Tulisannya tajam, sikapnya lugas, tapi hatinya hangat untuk kawan seperjuangan.
Tak banyak yang tahu, di balik identitasnya sebagai jurnalis, Cak Wid juga seorang karateka. Semangat disiplin dan pantang menyerah di dojo ia bawa ke dalam dunia pers. Bagi banyak orang, ia adalah contoh nyata bahwa seorang jurnalis bisa tangguh di lapangan dan berintegritas dalam karya.
“Beliau itu loyalis organisasi sejati. Apa yang dikerjakan selalu total. Kalau sudah untuk organisasi, waktu dan tenaga tidak dihitung-hitung,” kenang seorang rekan dekatnya.
Warisan yang Tak Padam
Kepergian Cak Wid meninggalkan ruang kosong yang sulit digantikan. Namun semangat loyalitas, kerja keras, dan kecintaan pada profesi yang ia tunjukkan selama ini akan terus menjadi teladan bagi generasi muda jurnalis di Jawa Tengah.
Di tengah derasnya arus informasi dan tantangan dunia pers, sosok seperti Cak Wid mengingatkan bahwa jurnalisme bukan hanya soal berita, tapi juga soal pengabdian.
Selamat jalan, Cak Wid. Tulisanmu mungkin berhenti, tapi jejak pengabdianmu akan terus hidup di antara kami.(*)
Cak Wid, Wartawan Senior dan Karateka Loyal, Tutup Usia






