Duo Sekda Pantura, Agus Dan Handi Resmi Dilantik, GNPK Jateng Titip Pesan Integritas Untuk Keduanya

Berita Utama293 Dilihat

SEMARANG –rakyat24.com. Peta birokrasi jalur Pantura Jawa Tengah resmi berganti. Agus Dwi Lestari dan Handi Priyanto kini memegang kendali administrasi di Kabupaten Kendal dan Kota Semarang. Pelantikan keduanya, meski di hari berbeda, menjadi penanda babak baru tata kelola pemerintahan di wilayah aglomerasi yang saling terikat.
Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari melantik Agus Dwi Lestari sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Kendal pada Rabu, 20 Mei 2026 di Pendopo Kabupaten Kendal setelah tertunda sekian lama dan dipertanyakan. Terwujudnya Pelantikan ini menandai langkah awal birokrasi Kendal di bawah kepemimpinan Bupati Dyah Kartika Permanasari periode 2025–2030. Agus meraih nilai tertinggi dalam proses seleksi terbuka sebelum dilantik.
Di Semarang, Wali Kota Agustina Wilujeng melantik Handi Priyanto sebagai Sekretaris Daerah definitif pada Senin, 18 Mei 2026. Handi juga lolos sebagai peraih nilai tertinggi dalam seleksi terbuka yang berlangsung transparan sejak Februari 2026, dengan rekomendasi resmi dari BKN.
Sekretaris Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi (GNPK) Propinsi Jawa Tengah, Rahmat menilai pelantikan dua Sekda ini sebagai peluang memperkuat sinergi lintas daerah.
“Kendal dan Semarang itu satu napas dalam ekonomi, transportasi, dan pelayanan publik. Ketika dua Sekda baru mulai bekerja, harapan warga adalah birokrasi yang cepat, tepat, dan bersih,” ujar Rahmat.

Ia menyampaikan kritik membangun yang fokus pada tiga hal: ketepatan kebijakan, akurasi data, dan kesantunan komunikasi.

“Pesan kami sederhana. Bapak – Bapak Sekda, pastikan setiap kebijakan lahir dari data lapangan yang valid. Jangan sampai program besar dibuat di atas angka yang salah. Dan saat menyampaikan ke publik, gunakan bahasa yang santun dan jujur. Rakyat lebih menghargai pejabat yang berani bicara apa adanya daripada yang pintar berkilah,” tegasnya.

Menurut Rahmat, integritas birokrasi akan diuji di isu-isu nyata seperti banjir rob di pesisir Kendal dan Semarang, kemacetan di perbatasan Semarang, sampah, Galian C yang masih marak, Nasib Buruh dan pelayanan dasar lintas wilayah. Serta berbagai persoalan sosial kemasyarakatan Kendal sebagai Kota Santri harus terus diperkuatkan dan Kota Semarang sebagai Ibu Kota Propinsi Jawa Tengah harus semakin hebat sesuai jargonnya.

Agus Dwi Lestari kini telah ditakdirkan memimpin administrasi Pemkab Kendal di bawah kepemimpinan Bupati Dyah Kartika Permanasari untuk periode 2025–2030. Sementara Handi Priyanto membawa pengalaman banyak dari daerah asalnya dan dari seleksi terbuka yang ketat Ia pun kini telah dikukuhkan untuk memimpin birokrasi Kota Semarang.

“Selamat bertugas. Rakyat Pantura tidak butuh birokrat yang sibuk pencitraan. Mereka butuh pejabat yang tangannya bersih, datanya valid, dan kerjanya terasa sampai ke desa dan kelurahan,” tutup Rahmat.

Di Pendopo Kendal dan Balai Kota Semarang, dua nama baru kini memegang kendali. Publik menanti bukti kerja, bukan sekadar janji.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed