Royani Terpilih Lagi Sebagai Ketua GNPK Brebes

Terbaru600 Dilihat

Brebes-rakyat24.com. Royani Anwarun terpilih  lagi   sebagai Ketua Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi (GNPK) Kabupaten Brebes pada Musyawarah Daerah (Musda) III DPK GNPK Brebes yang digelar pada Minggu, 26 Mei 2024 disalah satu Rumah Makan Brebes Utara Jawa Tengah.

Dalam sambutannya Wakil Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi (GNPK) Propinsi Jawa Tengah, Didik Methana menyampaikan Apresiasinya atas Penyelenggaraan Musda Brebes ini,” Saya mewakili Ketua DPW GNPK Jateng, Pak HR Mastur Darori menyampaikan salam untuk semuanya, semoga dengan Musda ini bisa membangkitkan semangat pemberantasan korupsi di Brebes,” ujar Didik.

Bahkan Didik juga menyebut GNPK Brebes sebagai Singanya Jawa Tengah,” Beberapa kasus besar pernah dibongkar oleh GNPK Brebes yang sempat heboh dan tersohor di Media Massa terkenal Metro TV dan saat ini mari bangunkan lagi Singanya,” tandas Didik.

Sementara itu Ketua Terpilih DPK GNPK Brebes, Royani Anwarun berjanji bahwa paska MUSDA GNPK ini pihaknya akan bangkit dan bergerak untuk membongkar Korupsi di Brebes,” Ada dugaan kasus korupsi di Diknas, Mafia tanah dan beberapa proyek yang harus segera kami investigasi dan dibongkar, intinya kami mulai lagi bongkar korupsi di Brebes,” ungkap Royani. (Minggu, 26/5-2024)

Diketahui pelaksanaan Musda ke 3 DPK GNPK Brebes ini disamping dihadiri utusan DPW GNPK Jateng juga dihadiri puluhan Aktivis GNPK Brebes yang senior dan hampir semuanya sudah mengikuti Diklatsusar GNPK,” Ya dulu GNPK Brebes pernah menggelar Diklatsusar terbanyak secara nasional di Hotel Grand Dian Brebes yang jumlah pesertanya mencapai ratusan orang, itu saat jayanya. Semoga setelah Musda ini, GNPK Brebes bangkit lagi,” imbuh Royani.

Senada juga disampaikan Mantan Sekretaris DPK GNPK Brebes, Slamet Dhofir yang berharap beberapa kasus dugaan korupsi yang buktinya sudah masuk ke GNPK Brebes bisa dibongkar dan ditindaklanjuti dengan tuntas,” Ya ada kasus dugaan di Penyelenggara Pemilu, Retensi Proyek di Pemda juga beberapa kasus dugaan korupsi di desa harus mulai lagi dilaporkan ke APH. Memang resikonya berat, tapi semuanya harus berani untuk turut membenahi Brebes agar dananya tidak dikorupsi. Dulu saat saya bongkar kasus korupsi yang sempat heboh di Metro TV, saya terancam dan pernah kendaraan saya terpental ke sungai, karena dipepet kendaraan lain dijalan raya. Bahkan saat itu rumah saya pun sering diawasi oleh orang-orang tak dikenal disebrang rumahnya, itulah pengalaman perjuangan saat itu,” ungkap Pria yang juga sempat Aktif di Salah satu Parpol ini mengenang perjuangannya.

Sebagaimana diketahui Musda ini dilaksanakan sebagai amanat AD/ART GNPK yang mewajibkan semua  Kepengurusan GNPK disemua tingkatkan yang SK Kepengurusannya sudah habis dan atau kadaluarsa , maka  wajib melaksanakan Musda untuk menetapkan kepengurusan baru setiap 5 (lima) tahun sekali,” Jadi kami menggelar Musda ini dalam rangka menjalankan amanat AD/ART GNPK , ini pun sesuai SE dan arahan Waketum DPN GNPK yang menghimbau semua kepengurusan yang SK nya sudah habis agar segera menggelar Musda dan ada beberapa DPK Kabupaten/Kota se Jateng yang memang perlu Musda. Karena SK nya sudah habis.  Tentunya semua ini dilakukan guna memenuhi legal formal GNPK didaerah, termasuk KTA GNPK yang sudah habis masa betlakunya wajib diperpanjang,” pungkas Didik Methana. (TIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *